Dalam mimpiku aku mengejarnya. Di duniaku yang sempit ini aku dikejarnya. Mimpiku bagai kaleidoskop kehidupanku, berkelebat, berputar. Warna-warni waktuku silih berganti di depan mataku, semuanya berlalu dengan cepat. Cepat datang, dan cepat pergi. Bagaikan kabut pagi yang akan hilang ketika fajar menjelang. Kehidupanku hanya manifestasi ilusiku semata.
Akan tetapi, ilusi-ilusi tadi semakin lama semakin nyata. Warna-warni yang selalu mengaburkan pandanganku kini menjadi jalan setapak di bawah telapak kakiku. Dan kabut yang selalu menyelimuti hatiku, kini memudar, digantikan oleh sosoknya yang kelam, namun hangat. Lanjut Baca »